Selasa, 28 Februari 2012

Cobalah koreksi sifat masing-masing

Menjalani kehidupan sehari-hari tak ayal layaknya, memutar sebuah roda
Selalu mencari cara agar roda tersebut terus berputar dan apabila berhenti, kita menginginkan untuk berhenti di tempat yg paling atas
itu adalah hal yg manusiawi, sebab secara kodrati manusia mempunyai satu sifat yg tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yg lainnya. 
Yaitu sifat rasa tidak puas atas yg telah kita miliki.Sifat ini selalu ada pada diri setiap individu manusia
sifat yg tidak dapat dihilangkan dengan begitu saja.
Sifat ini bila kita kelola dan kendalikan dengan baik, maka kejayaanlah yg akan kita raih
namun, bila kita menjadikan sifat tersebut sebagai tameng untuk meraih segala kemauan kita, maka sifat itu tak ubahnya seperti nafsu liar yg tak dapat dikendalikan lagi

Pernahkah kita mendengar kisah dongeng yg berjudul pan kasim dimana  dalam dongeng tersebut, ada seorang manusia miskin dan penuh kesengsaraan, namun nasib ia berubah ketika menemukan dan menolong seekor ular raksasa yg sedang terluka. Dan ular itupun memberikan 3 keinginan kepada si pan kasim sebagai tanda ucapan terima kasihnya.
Namun, kembali lagi ke sifat rasa tidak puas tadi, maka pan kasimpun menggunakan sifat tersebut sebagai tameng untuk memiliki semua hal yg ia inginkan. Dan hal itu membuat sang ular raksasa kesal, dan mengembalikan lagi keadaan pan kasim ke keadaan yg miskin kembali.
Berdasarkan kutipan dongeng di atas, sudah ada bukti bahwa manusia memiliki kontrol diri yg kecil apabila di hadapkan dalam keadaan yg menggiurkan.

Sebagai manusia yg sejati sudah sepantasnyalah kita bersyukur kepada Tuhan, yg telah memberikan kecukupan kepada kita, jangan sampai predikat makhluk yg paling sempurna sebagai julukan bagi manusia itu tercoreng karena sifat tercela seperti di atas.


Jumat, 24 Februari 2012

Keseimbangan Hidup


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".

"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".

Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

sumber: WWW.DAUNLONTAR.COM

Hikmah Secangkir Coklat Panas...


Sekelompok alumni, yang sudah mapan dalam karirnya, sedang berbincang-bincang  pada saat reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi Profesor universitas mereka yang sekarang sudah pensiun. Pada waktu mereka berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stress pada kehidupan dan pekerjaan mereka. Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa macam cangkir - porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja, ada beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik - dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. Ketika mereka semua memegang  secangkir coklat panas di tangan mereka, professor itu berkata:

"Lihatlah semua cangkir yang bagus, mahal semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah. Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua,  itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian.

Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut.. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Dan kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.

Kemudian dia berhenti dan berkata, "Sekarang pikirkan ini":
Kehidupan adalah coklat panas;
Pekerjaan, Uang, dan Kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya.
Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.

Cangkir yang kau miliki  tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.
Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya.

Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik
Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.
Hiduplah dengan sederhana.
Mengasihilah dengan murah hati.
Memperhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh.
Berbicaralah dengan ramah.
Dan nikmatilah coklat panas kalian!!!

dikutip dari: WWW.DAUNLONTAR.COM

:Cinta dan Waktu:


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kesil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki CINTA.
Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu “KEKAYAAN!!KEKAYAAN!!Tolong aku!!” teriak CINTA. “ Aduh! Maaf, CINTA!” kata KEKAYAAN. “ Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mangayuh perahunya pergi.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA.
Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai kepinggang dan CINTA semakin panic. Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN!Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA. “Wah CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak- isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. “ Oh, 

KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu,” kata CINTA. “ Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.
CINTA putus asa. Ia merasakan air maki naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “CINTA! Mari cepat naik perahuku!” CINTA menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.” Oh, orang tua tadi? Dia adalah WAKTU.” Kata orang itu. “ Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolong aku” tanya CINTA heran. “Sebab,..” kata orang itu, “ Hanya WAKTUlah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu…”

 (dikutip dari: WWW.DAUNLONTAR.COM)

Kamis, 23 Februari 2012

Kasih Ibu Sepanjang Jalan



Diceritakan di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua renta, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering meratapi nasibnya memikirkan anaknya yang mempunyai tabiat sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mabuk, dan melakukan perbuatan-perbuatan negative lainnya. Ia selalu berdoa memohon, “Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi ini, agar tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua renta dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Tetapi, si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.

Suatu hari, anak itu dibawa kehadapan raja untuk diadili setelah tertangkap lagi saat mencuri dan melakukan kekerasan di rumah penduduk desa. Perbuatan jahat yang telah dilakukan berkali-kali, membawanya dijatuhi hukuman mati. Diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan di depan rakyat desa keesokan harinya, tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu membuat si ibu menangis sedih. Doa pengampunan terus dikumandangkannya sambil dengan langkah tertatih dia mendatangi raja untuk memohon anaknya jangan dihukum mati. Tapi keputusan tidak bisa diubah! Dengan hati hancur, ibu tua renta kembali ke rumah.
Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat telah berkumpul di lapangan. Sang algojo tampak bersiap dan si anak pun pasrah menyesali nasib dan menangis saat terbayang wajah ibunya yang sudah tua renta.

Detik-detik hukuman mati akhirnya tiba. Namun setelah lewat lima menit dari pukul 06.00, lonceng belum berdentang. Suasana pun mulai berisik. Petugaslonceng pun kebingungan karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada! Saat mereka semua sedang bingung, tiba tiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Seluruh hadirin berdebar-debar menanti, apa gerangan yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua renta. Dia tampak memeluk bandul dan diduga meninggal saat tubuhnya membentur dinding lonceng.

Si ibu mengorbankan diri untuk anaknya. Malam harinya dia bersusah payah memanjat dan mengikatkan dirinya ke bandul di dalam lonceng. Dia berharap lonceng tidak pernah berdentang demi menghindari hukuman untuk anaknya.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak menangis sedih, menyaksikan tubuh ibunya terbujur kaku. Penyesalan selalu datang terlambat!

Pembaca yang budiman,

Kasih ibu kepada anaknya sungguh tiada taranya. Lihat kisah ilustrasi di atas. Betapa pun jahat si anak, seorang ibu rela berkorban dan akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya.
Maka selagi ibu kita masih hidup, kita layak melayani, menghormati, mengasihi, dan mencintainya. Perlu kita sadari pula suatu hari nanti, kitapun akan menjadi orangtua renta dari anak-anak kita, yang pasti kita pun ingin dihormati, dicintai dan dilayani sebagaimana layaknya sebagai orang tua renta.

Di antara keluarga ataupun sebagai sesama insan.. jika kita bisa saling menghargai, menyayangi, mencintai, dan melayani, niscaya hidup ini akan terasa lebih indah dan membahagiakan.

sumber: TopMotivasi.Com

JADILAH POHON YANG BESAR


Setiap pohon besar, pasti memiliki cerita panjang dalam pertumbuhanya, tidak terhitung berapa banyak hujan besar, dan panas terik yang telah dia hadapi, terkadang hujan turun terlalu sering, terkadang hujan turun terlalu jarang. Petir-petir besar dan menakutkan tidak jarang jadi bagian dari hidup mereka.
Tapi ketika melihat kebaikan yang ditimbulkan dari sebuah pohon ketika dia menjadi besar, rasanya perjuangan yang telah dilalui adalah harga yang pantas untuk didapatkan.

Kita juga tidak boleh lupa, bahwa ada satu hal yang pasti dimiliki oleh setiap pohon besar, apapun jenisnya, dan dimanapun dia berada, tentunyaselalu ada akar kokoh yang mampu menopang kehidupannya. Tidak semua orang menyadari seberapa dalam dan kuatnya akar sebuah pohon besar, padahal akar tersebutlah yang menopang dan mengalirkan kehidupan pohon tersebut.
Begitupun dalam kehidupan nyata, pohon besar bisa kita ilustrasikan sebagai yang orang sukses. Setiap orang sukses, pastilah mereka yang telah melewati jalan kesuksesan. Dalam perjalanan menuju titik sukses tersebut, tentu kita mereka telah melewati prosesnya. Seperti dalam proses sebuah pohon yang tumbuh besar, tidak jarang kita harus melewati banyak kegagalan, rintangan, bahkan direndahkan oleh orang- orang sekeliling kita ketika kita berjuang mencapai kesuksesan di hidup kita.
Dan ketika kita melihat hasil seseorang yang berada di puncak kesuksesanya, rasanya tidak akan ada penyesalan dari perjuangan yang telah dilakukan. Ketika seseorang hidup berkelimpahan secara materi, sadar maupun tidak sadar, selain bagi dirinya sendiri, akan ada daya dukung kehidupan yang dia timbulkan bagi lingkungan sekitarnya. Seperti pohon besar tadi, sadar maupun tidak sadar, setiap nafas kehidupanyapun akan berguna bagi lingkungan sekitarnya, mulai dari mengurangi pencemaran udara, menjadi sangkar hidup makhluk hidup lain, menjadi hidup pohon-pohon kecil lainya, bahkan ketika dia mati, setiap bagian tubuhnya masih bisa berguna bagi orang lain.

Pembaca yang budiman,
Selayaknya pohon besar yang setiap nafas kehidupanya berguna bagi lingkungan mereka, ketika kita berada di titik terendah dalam hidup kita, bahkan ketika tidak ada seorangpun yang mendukung perjalanan kita menuju sukses, pikirkanlah kebaikan yang akan ditimbulkan dari kesuksesan kita nanti, berapa banyak kebaikan dan daya dukung kehidupan yang dapat kita persembahkan bagi lingkungan kita. Cukup diam, teguh pada keyakinan, dan konsisten berjuang di jalan yang benar, biarlah kebaikan dan pencapaian kita yang menjawab semuanya.

Selayaknya pohon besar yang melewati hujan, panas, dan menghadapi petir, tidak ada jalan instan untuk sebuah kesuksesan. Ada harga yang harus dibayar, perjuangan yang harus dilakukan, pengorbanan yang harus diberikan, dan jalan yang harus ditempuh demi sebuah kesuksesan.

Selayaknya pohon besar, kebanyakan dari kita hanya melihat pohon besar dari seberapa tinggi dan kokoh pohon tersebut, tanpa melihat seberapa kokoh akar yang menopangnya. Ketika melihat orang sukses, mungkin kita hanya terkesima melihat hidupnya yang berkelimpahan materi, tapi kita juga harus ingat, bahwa selalu ada ada iman, keyakinan, dan karakter di dalam diri orang tersebut ,yang membuat orang tersebut memiliki kepantasan untuk sukses, sehingga kesuksesanpun dengan sendirinya akan datang pada waktu dan tempat yang tepat.

Dan selayaknya pohon besar, sebesar dan setinggi apapun dia tumbuh, akarnya selalu ada di bawah tanah. Dia selalu ingat darimana dia berasal, dan darimana kehidupan dia peroleh. Sebesar apapun kesuksesan yangkita peroleh, alangkah baiknya kita selalu ingat darimana kita berasal, agar kita selalu rendah hati dan tidak menjadi sombong.

dikutip dari: TopMotivasi.Com

Selasa, 21 Februari 2012

Arti sebuah waktu

Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.

Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.
 
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.
Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. 
Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.

Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?
  • Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.
  • Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.
  • Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.    (dikutip dari : Kumpulan Cerita Motivasi.com)